OPEN SOURCE MENUJU OPEN STANDARD
20
Aug
Posted by susi as Artikel
Open standard merupakan parameter untuk menyamakan standard dari beberapa system peranti keras dan peranti lunak, agar dapat jalan dengan baik dan saling kompetibel satu samalainnya. Inisiatif pemanfaatan open standard dilakukan oleh banyak Negara di Eropa, karena kebanyakan penemuan-penemuan berasal dari sana. Walaupun dalam 20 tahun terakhir ini Amerika ikut meramaikan penemuan, terutama dibidang computer dan teknologi informasi.
Penemuan yang selanjutnya dibuat open standard misalnya standard kominikasih ponsel GSM yang dibuat oleh 3rd Generation partnership project (3GPP) pada tahun 1998, slot computer PCI dan standard TCP/IP yang banyak digunakan saat ini. Yang menarik dari perkembangan open standard didunia teknologi informasi ini adalah keikutsertaan perusahaan peranti lunak raksasa kedalam kancah open standard. Dimulai dengan menyumbangkan standardnya kekomunitas sehingga dapat dimanfaatkan secara luas oleh produk yang bukan hanya dibuat oleh perusahaan yang bersangkutan. Pengakuan open standard dari “big guy” sekelas Microsoft merupakan satu kemajuan dalam dunia open source, karena konsep open standard sebetulnya mengacu pada open source, dimana kita tidak dibelenggu oleh satu vendor untuk dapat memanfaatkan suatu teknologi.
Prinsip dasar open standard adalah :
- Ketersediaan : Open standard tersedia untuk dibaca dan dijalankan oleh semua pihak. Jadi apabila kita membuat suatu program aplikasi, maka seluruh dokumentasi dan programnya tersedia dijaringan internet secara Cuma-Cuma. Apabila kita ingin menjual program atau peranti lunak yang dikembangkan sendiri, maka biayanya tidak melebihi harga wajib buku sekolah.
- Memperbanyak pilihan pemakai : open standard membuat suatu persaingan yang tidak memihak dalam pasar yang kompetitif dan tidak mengunci pelanggan dalam satu grup atau penyedia layanan. Produk yang kita set sebagai open standard harus memiliki implementasi yang luas didunia bisnis, pendidikan danumum. produknya harus mempunyai rentang harga dari yang paling mahal sampai yang gratis.
- Tidak ada royalty : untuk menggunakan open standard tidak dikenakan bayaran atau royalty, hanya dikenakan biaya pada sertifikasi yang dilakukan oleh organisasi yang menentukan standard tersebut. Paten yang dimasukan kedalam standard harus bebas dari royalty atau sertifikasinya harus serendah mungkin atau gratis, dengan kombinasi fasilitas tambahan yang dapat dinilai tinggi harganya dengan merk berbeda.
- Tidak ada perbedaan : open standard dan organisasi yang membawahinya tidak berpihak pada satu penyedia layanan atau pihak lainnya dan melulu hanya mensyaratkan standard teknis dari implementasi penyedia layanannya. Organisasi yang membawahinya harus menyediakan layanan dengan biaya rendah atau tanpa biaya sama sekali untuk mendapatkan setifikasinya.
- Pengembangan atau bagian dari standar. Implementasi dari open standard dapat dilebarkan, atau dikembangkan dalam berbagai bentuk, tetapi organisasi yang mengeluarkan sertifikasi dapat menolak dan menentukan persyaratan tambahan.
- Lisensi : untuk melindungi hak atas kekayaan intelektual, open standard dapat menerapkan lisensi jika ada penambahan kemampuan dari peranti yang bersangkutan. Lisensi tambahan diluasr standard harus dipublikasikan sebagai referensi dari pengembangan standard, dan disediakan lisensi juga untuk pembuatan, pendistribusian dan penjualan peranti tersebut yang sesuai dengan pengembangannya.
Open source lebih ke implementasi dari peranti yang dibuat, sementara open standard yang lebih controversial disbanding open source, penajamannya lebih interface dari peranti yang dibuat.
RSS feed for comments on this post · TrackBack URI
Leave a reply